Showing posts with label kerjaan kuliah. Show all posts
Showing posts with label kerjaan kuliah. Show all posts

Monday, January 25, 2010

Jaminan / Agunan (Economic Analysis of Law)

Berdasarkan UU no 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah pasal 1 ayat 26, “Agunan adalah jaminan tambahan, baik berupa benda bergerak maupun benda tidak bergerak yang diserahkan oleh pemilik Agunan kepada Bank Syariah dan/atau UUS, guna menjamin pelunasan kewajiban Nasabah Penerima Fasilitas”.

Dalam perjanjian pinjaman, agunan adalah janji peminjam atas suatu properti untuk pemberi pinjaman, untuk menjamin pengembalian pinjaman. Fungsinya sebagai jaminan perlindungan bagi pemberi pinjaman terhadap dana nasabah (DPK) atas risiko kegagalan prestasi (wanprestasi)- yaitu, ketika peminjam gagal membayar pokok dan bunga dibawah ketentuan dari kewajiban pinjaman. Jika peminjam mengalami gagal bayar pada pinjaman (karena bangkrut atau kejadian lain), sehingga peminjam menyerah, maka properti tersebut berguna sebagai jaminan.

Pada banyak negara berkembang, penggunaan agunan merupakan cara utama untuk mengamankan pemberian pinjaman bank. Kemudahan memperoleh pinjaman tergantung pada kemudahan pencairan aset, apakah berupa real estate ataupun lainnya yang dapat dijadikan agunan.

Teori dan Teknis Perancangan UU no 21 tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah

Penamaan

Penamaan (intitule) produk hukum berupa UU no 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah telah sesuai dengan teknis penyusunan suatu undang-undang, dengan huruf capital rata tengah tanpa diakhiri dengan tanda baca yang mencerminkan isi produk hukum undang-undang tersebut.

Pembukaan

Pembukaan pada UU no 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah terdiri dari:
    1. Frasa “DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA” yang wajib ditulis dalam UU, cara penulisannya seluruh huruf capital dan tidak diakhiri dengan tanda baca serta diletakkan ditengah marjin.
    2. Jabatan pembentukan UU ditulis dengan huruf capital dan diakhiri dengan tanda baca koma. Contoh “PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,”
    3. Konsiderans merupakan alasan-alasan atau pertimbangan-pertimbangan mengapa UU tersebut perlu dibentuk. Dalam konsiderans memuat hal-hal atau pokok-pokok pikiran yang merupakan konstantasi fakta-fakta secara singkat dan yang menjadi latar belakang dan alasan-alasan yang menggerakkan pembentukan UU tersebut. Pokok-pokok pikiran pada konsiderans harus memuat unsur filosofis, yuridis, dan sosiologis bahkan jika perlu juga memuat unsur ekologis dan substansi. Konsiderans diawali dengan kata “Menimbang”, dan apabila terdiri lebih dari satu pokok pikiran / pertimbangan diawali dengan urutan huruf a, b, c, dan seterusnya, serta diakhiri dengan tanda titik koma (;).

    Hubungan GCG dalam Industri Perbankan

    GCG (Good Corporate Governance) merupakan istilah yang lazim digunakan untuk mendefinisikan tatakelola perusahaan yang baik. Istilah lainnya yang sejalan dengan pengertian ini diantaranya Good Government Governance, Good Public Governance, Good Local Governance, Good Nation Governance, dsb.

    Pengertian GCG menurut Tim Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) “good corporate governance merupakan sistem pengendalian dan pengaturan perusahaan yang dapat dilihat dari mekanisme hubungan antara berbagai pihak yang mengurus perusahaan (hard definition), maupun ditinjau dari "nilai-nilai" yang terkandung dari mekanisme pengelolaan itu sendiri (soft definition).”

    Dasar hukum GCG dalam sektor perbankan

    Peraturan Bank Indonesia no 8/14/PBI/2006 tentang Perubahan atas Peraturan Bank Indonesia no 8/4/PBI/2006 tentang pelaksanaan Good Corporate Governance bagi Bank Umum yang menjadi dasar hukum GCG dalam sektor perbankan, mendefinisikan “Good Corporate Governance adalah suatu tata kelola Bank yang menerapkan prinsip-prinsip keterbukaan (transparency), akuntabilitas (accountability), pertanggungjawaban (responsibility), independensi (independency), dan kewajaran (fairness).”

    Peran Sektor Perbankan dalam Pemeliharaan Lingkungan dan Konservasi Alam

    Dalam masalah pemeliharaan lingkungan dan konservasi alam, bank juga memiliki peranan yang cukup penting. Karena pemeliharaan lingkungan dan konservasi alam, merupakan tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat. Lingkungan serta alam merupakan aset yang harus dijaga dan dilestarikan sebagai warisan bagi penerus kita nantinya.

    Lingkungan serta alam yang tidak terjaga akan mengakibatkan resiko serta akan berdampak buruk bagi kelangsungan aktifitas manusia itu sendiri, contohnya bencana alam seperti banjir, tanah longsor, kekeringan, badai, maupun meningkatnya suhu bumi secara global (global warming).

    Pemanasan global merupakan proses dari efek rumah kaca (Green House Effect).

    Saturday, January 23, 2010

    Kesenjangan di Ibukota

    Sesekali jika kita mengamati keadaan di lampu merah jalan raya protokol, cobalah anda perhatikan berapa banyak mobil mewah yang melintas. Barangkali mobil-mobil setaraf BMW, Mercedes Benz S-Class, Toyota Alphard, Vellfire, Audi, dan lain sebagainya, sudah menjadi pemandangan yang umum di jalan. Tapi pusatkan pandangan anda lebih detail lagi, di pinggiran trotoar jalan tersebut para pengamen, pedagang asongan, bahkan ada pula pengemis berdiri lusuh layu dibalik senyum sipu mereka seraya berharap mendapatkan belas kasih dari kendaraan yang melintas.

    Ya, inilah salah satu potret kehidupan di sudut Jakarta, Ibukota negara yang selalu didambakan setiap orang. Di satu sisi kita melihat orang dengan mudahnya mengeluarkan 50 hingga 200 ribu rupiah setiap hari untuk membeli bahan bakar kendaraan, disisi lain masih terdapat saudara-saudara kita yang mencari peruntungan di pinggir jalan hanya untuk mengisi perut mereka yang kosong.

    Hal yang sama hampir terjadi dari kepemilikian tempat tinggal. Jika kita lihat banyak sekali apartemen maupun perumahan dengan berbagai tipe dan cluster yang harganya mulai dari ratusan hingga miliaran rupiah, namun ada pula saudara kita yang hidup di bantaran sungai, pinggir rel, ataupun di kolong jembatan.

    Kontras sekali keadaannya. Banyak orang yang mengatakan ekonomi kita telah membaik, laju pembangunan cukup tinggi, sehingga angka kemiskinan pun telah turun. Tapi apakah yang terjadi sebenarnya? Jika pun itu benar, siapa saja yang telah menikmati kue pembangunan negara ini?

    Monday, December 28, 2009

    Latar Belakang Timbulnya Mazhab

    Islam lahir karena kehendak Allah SWT untuk manusia agar mereka mendapat jalan yang lurus menuju kebahagiaan hidup yang sejati. Jalan (syariat) itu dibuat Allah sedemikian rupa sehingga manusia merasa mudah untuk mengamalkannya.

    Akan tetapi seiring dengan perkembangan manusia dan aliran pemikirannya, lahirlah pemahaman dan penggambaran Islam secara beragam, dan tak jarang saling bertentangan. Jalan-jalan yang ditempuh oleh banyak tokoh dalam memahami Islam, terutama dalam masalah ritual (fiqh) dinisbatkan oleh para pengikutnya sebagai mazhab (jalan) yang dijadikan pedoaman beribadah, padahal sang tokoh sendiri tak pernah menamakan dirinya mazhab tertentu, melainkan mereka berpegang teguh dengan sumber asli ajaran Islam yaitu Al Qur’an dan Hadits.

    Friday, November 27, 2009

    Sekilas Mengenai Negara Arab Saudi

    Arab Saudi atau al-Mamlaka al-Arabiyya, adalah sebuah negara Arab dan juga negara yang paling besar di Semenanjung Arab. Luasnya sekitar 2.150.000 kilometer persegi (830.000 sq mi) dengan jumlah penduduknya sekitar 27.6 juta jiwa.

    Perekonomian Arab Saudi berbasiskan petroleum, sekitar 75% dari anggaran pendapatan dan 90% dari pendapatan ekspor berasal dari industri minyak bumi. Cadangan minyaknya sekitar 260 miliar barrel, yang merupakan 24% dari total cadangan minyak bumi dunia.

    Pemerintah negara ini berupaya mendorong pertumbuhan di sektor swasta dengan melakukan privatisasi industri seperti pada pembangkit listrik dan telekomunikasi, yaitu dengan mengumumkan rencana untuk mulai privatisasi perusahaan listrik pada tahun 1999, yang diikuti privatisasi perusahaan telekomunikasi. Minimnya sumber air serta pertumbuhan penduduk yang cepat menghambat upaya pemerintah untuk meningkatkan swasembada produk pertanian.

    Sekilas Mengenai Negara Mesir

    Mesir adalah salah satu negara yang paling padat penduduknya di Afrika dan Timur Tengah. Sebagian besar atau sekitar 76 juta jiwa tinggal di tepi Sungai Nil, yang menempati area seluas sekitar 40.000 kilometer persegi (15,000 sq mi). Daerah luas Gurun Sahara jarang dihuni. Sekitar setengah penduduk Mesir tinggal di daerah perkotaan, yang tersebar di Kairo, Alexandria dan kota-kota besar lainnya di Delta Nil.

    Mesir terkenal dengan peradaban kuno dan beberapa di dunia monumen paling terkenal, termasuk Kompleks piramida Giza dan Sphinx. Juga kota selatan Luxor mengandung banyak benda-benda kuno, seperti Kuil Karnak dan Lembah Para Raja. Secara luas Mesir memiliki peranan politik dan budaya yang penting di Timur Tengah.

    Perekonomian Mesir terdiri dari sektor pertanian, media, ekspor minyak bumi, dan pariwisata; ada juga lebih dari tiga juta orang Mesir bekerja di luar negeri, terutama di Arab Saudi, Teluk Persia dan Eropa. Pemerintah telah berjuang untuk mempersiapkan ekonomi sejak awal milenia yang baru melalui reformasi ekonomi dan investasi besar-besaran di bidang komunikasi dan infrastruktur fisik.

    Sekilas Mengenai Negara Qatar

    Qatar dikenal sebagai Negara Qatar atau secara lokal disebut Dawlat Qatar, adalah sebuah emirat Arab di Timur Tengah, yang terletak di Semenanjung Qatar kecil di pantai timur laut Jazirah Arab. Sebagai Negara yang kaya minyak, Qatar memiliki PDB per kapita tertinggi kedua di dunia.

    Atas sistem Negara yang monarki absolut, Qatar telah diperintah oleh keluarga al-Thani sejak pertengahan tahun 1800-an dan sejak itu pula berubah dari negara protektorat Inggris yang miskin -yang saat itu hanya mengandalkan perikanan dan mutiara- menjadi negara merdeka dengan cadangan minyak dan pendapatan gas alam yang signifikan.

    Qatar telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang cepat selama beberapa tahun terakhir belakangan atas melonjaknya harga minyak yang tinggi. Kebijakan ekonomi difokuskan pada pengembangan dan peningkatan investasi asing dan swasta di sektor non-energi -namun minyak dan gas tetap menyuplai 50% dari PDB yang merupakan 85% dari pendapatan ekspornya dan 70% dari pendapatan pemerintah-.

    Sekilas Mengenai Negara Iran

    Iran atau secara resmi juga disebut Republik Islam Iran adalah sebuah negara di Asia Tengah, yang terletak di pantai timur laut Teluk Persia, pantai barat laut Teluk Oman, dan pantai selatan Laut Kaspia. Iran merupakan Negara terbesar urutan ke 18 di dunia, luas wilayahnya 1.648.195 km², dengan populasi sekitar tujuh puluh juta jiwa. Negara ini cukup strategis karena terletak pada pusat Eurasia. Ibukota Iran yaitu Teheran, merupakan kota terbesar di Timur Tengah dan yang terpadat di Asia Baratdaya. Ekonomi Iran merupakan gabungan berbagai sektor, yaitu ladang-ladang minyak yang dimiliki negara dan swasta, pertanian di desa-desa, dan perdagangan dan jasa skala kecil.

    Perekonomian Iran didominasi oleh ekspor minyak dan gas yang merupakan 50-70% dari pendapatan pemerintah dan 80% dari pendapatan ekspor antara tahun 2006 hingga 2008. Negara ini memiliki sektor publik yang cukup besar, dengan perkiraan 60% dari ekonomi secara langsung dikendalikan dan direncanakan secara terpusat oleh Negara.

    Pada awal abad ke-21 sektor jasa menyumbangkan persentase terbesar dari PDB, diikuti oleh industri (pertambangan dan manufaktur) dan pertanian. Pada tahun 2006, sekitar 45% dari anggaran pemerintah berasal dari pendapatan minyak dan gas alam, dan 31% berasal dari pajak dan cukai.

    Thursday, October 29, 2009

    Tugas SPEI

    Ini tugas SPEI (Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam), semester 3. Dosen: Dr. Euis Amalia, M.Ag

    1. Jelaskan upaya-upaya apa saja yang dilakukan Rasulullah dalam membangun dan mengembangkan fondasi ekonomi di Madinah?
    Dalam upaya-upaya yang dilakukan Rasulullah dalam membangun dan mengembangkan fondasi ekonomi di madinah, ada dua periodeisasi kehidupan beliau yang dapat menggambarkan model ekonomi yang beliau terapkan. Pertama masa sebelum kenabian dimana Nabi sendiri bertindak sebagai pelaku ekonomi dan kedua periode setelah kenabian. Tepatnya beliau menduduki posisi sebagai pemegang otoritas Madinah.
    a. Muhammad sebagai pedagang
    Powered By Blogger